sorry the store is temporarily closed, Check the schedule store open [Show Schedule].

  • +62 812 3456 78
  • bumdes@gmail.com
/storage/photos/1/Blog/TTD STEMPEL_SURAT EDARAN PEMILAHAN SAMPAH20240705_15515060_page-0001.jpg

Desa Pecatu Perkuat Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber, Dukung Ketahanan Iklim

Pecatu, Bali – Desa Pecatu meresmikan kebijakan baru terkait pengelolaan sampah berbasis sumber untuk mendukung ketahanan iklim dan kelestarian lingkungan. Kebijakan ini mengharuskan masyarakat melakukan pemilahan sampah organik, anorganik, dan berbahaya, mulai 15 Juli 2024, dikelola oleh BUMDes Catu Krewo Sedana Pecatu. Langkah ini bertujuan memperbaiki proses pengelolaan sampah dan menjadi contoh bagi desa lain dalam mendukung upaya keberlanjutan lingkungan.

Pecatu, Bali – Dalam upaya mendukung ketahanan iklim dan menjaga kelestarian lingkungan, Desa Pecatu telah mengeluarkan kebijakan baru terkait pengelolaan sampah berbasis sumber. Kebijakan ini diresmikan melalui Keputusan Bersama Perbekel Desa Pecatu, I Made Karyana Yadnya, S.E., dan Kelian Desa Adat Pecatu dengan Nomor 24 Tahun 2024 serta Nomor 001/SKB-DAP/V/2024. Kebijakan tersebut dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Catu Krewo Sedana Pecatu yang dipimpin oleh I Wayan Yudiasmara.

Kebijakan ini mengharuskan seluruh masyarakat Desa Pecatu, mulai tanggal 15 Juli 2024, untuk melakukan pemilahan sampah di sumbernya masing-masing. Sampah harus dipisahkan menjadi tiga kategori, yaitu sampah organik, anorganik, dan sampah berbahaya. Langkah ini diambil guna mempermudah proses pengelolaan sampah serta mendukung upaya pelestarian lingkungan.

Direktur Utama BUMDes Catu Krewo Sedana Pecatu, I Wayan Yudiasmara, menyampaikan bahwa pengangkutan sampah akan dijadwalkan sesuai kategori, dan jadwal pengangkutan akan diberitahukan lebih lanjut kepada masyarakat. "Kami berharap seluruh masyarakat dapat mematuhi aturan pemilahan sampah. Jika sampah tidak dipilah sesuai kategori, maka sampah tersebut tidak akan diangkut oleh petugas," ujar Yudiasmara.

Perbekel Desa Pecatu, I Made Karyana Yadnya, S.E., juga menegaskan bahwa kebijakan ini adalah bagian dari komitmen desa untuk menjaga kebersihan lingkungan dan mendukung pembangunan berkelanjutan. "Pengelolaan sampah yang baik akan berdampak besar pada ketahanan iklim dan kualitas hidup masyarakat Desa Pecatu," tambahnya.

Kebijakan ini diharapkan menjadi contoh bagi desa-desa lain di Bali dalam menjaga lingkungan dan mendukung program ketahanan iklim yang sedang diupayakan oleh pemerintah. Hal-hal lebih lanjut mengenai aturan dan kebijakan ini dapat ditemukan dalam Surat Keputusan Bersama yang telah dilampirkan kepada masyarakat.

“Desa Pecatu siap menjadi pelopor dalam pengelolaan sampah yang lebih baik dan ramah lingkungan, demi menjaga bumi untuk generasi mendatang.”

You need to Login OR Register for comment.

Comments (0)